Minggu, 18 Februari 2018

Jernihkan Limbah Pewarna Dengan Jamur

Tim dosen Institut Teknologi Bandung menjadikan jamur kayu sebagai pengolah limbah pewarna batik yang ramah lingkungan. Selain menjernihkan kembali air limbah tersebut, riset terbarunya itu menghasilkan buangan limbah yang sesuai standar baku mutu.

Inovasi yang dilakukan para akademikus ITB itu ikut tampil dalam pameran penelitian peringatan Dies Natalies ke-57 Institut Teknologi Bandung di Aula Timur pada 2-5 Maret 2016.

Cairan berwarna biru tua menetes dari botol infus ke sebuah kotak transparan berisi bagian jamur kayu yang berbentuk seperti kapas atau micelia. Cairan berpewarna tekstil itu selanjutnya keluar dari pipa pada bagian bawah kotak berupa cairan bening.

Jernihnya tak seperti air minum, melainkan agak kehijauan muda seperti air lumut. “Analisis awal, air itu masuk standar baku mutu yang bisa dibuang ke perairan atau diolah kembali menjadi air baku,” kata ketua tim riset tersebut, Sri Harjati Suhardi, kepada Tempo, Minggu, 6 Maret 2016.

Mekanisme pengolahan limbah pewarna batik itu sesederhana model instalasi pada pameran tersebut. Menurut Sri, ia menargetkan inovasi itu untuk pembuat batik skala kecil dan menengah. “Karena itu, harus tidak ribet (sulit), murah, dan bahannya mudah didapat,” ujar dosen mikrobiologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati berusia 52 tahun itu.

Dari hasil riset sebelumnya, juga peneliti lain di luar negeri, jamur kayu (Ganoderma applanatum) punya kemampuan menguraikan batang kayu yang keras atau lignin. Jamur itu juga bisa dipakai untuk memutihkan kertas.

Bertanam Jamur Bisa Dimana Saja Lho

Menanam jamur bisa bertempat di kamar tidur, ruang tamu, bahkan meja kantor. Agar bahan pangan itu juga terlihat elok sebagai pajangan, sekelompok anak muda Bandung membuat Growbox. Berbentuk kubus berbahan kardus, kotak itu membungkus baglog atau media tanam jamur agar tak terlihat kotor atau menjijikkan.

Growbox merupakan hasil kreasi Robbi Zidna Hilman bersama Adi Reza Nugroho, Ronaldiaz Hartantyo alias Aldi, serta Annisa Wibi Ismarlanti. Ketiga cowok berusia 23-24 tahun tersebut lulusan Teknik Arsitektur ITB, sedangkan Anissa alumnus Manajemen Universitas Padjadjaran. Mereka semua lulusan 2012 dan mulai merintisnya sejak akhir tahun lalu.

Menurut Robbi, kotak jamur itu dibuat untuk mengajak generasi muda di perkotaan atau masyarakat urban, tergerak menanam sendiri bahan pangan di rumah. Semboyan mereka: tumbuhkan makananmu sendiri. Jamur tiram mereka pilih karena daya tahan hidupnya kuat, perawatannya mudah, begitu pula tempat hidupnya. "Jamur tiram juga sudah banyak dikenal lidah orang Indonesia," ujarnya kepada Tempo.

Cara Tepat Merawat Jamur Pascapanen

Jamur kian populer seiring dengan penerapan gaya hidup sehat masa kini. Bagi vegetarian, jamur bisa diolah sehingga rasanya menyerupai daging, ada pula yang menyukai teksturnya yang kenyal, dan tentu ingin mendulang nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Ada berbagai jenis jamur yang bisa dimakan, yakni jamur kancing, shitake, tiram, merang dan lainnya. Jamur biasanya dijadikan campuran sup atau diolah menjadi lauk-pauk. Sebelum memasak jamur, sebaiknya kita mengenali karakteristiknya.

Dilansir dari Bon Appetit, berikut kesalahan yang sering dilakukan saat memasak jamur dan cara menghindarinya seperti yang diterangkan oleh food writer, Alison Roman.

Fenomena Jamur Bercahaya Yang Belum Terpecahkan

Lebih dari 2.000 tahun silam Aristoteles, filsuf Yunani kuno, sudah dibuat bingung soal jamur bisa bercahaya. Namun riset terbaru menyebutkan jamur-jamur itu mengeluarkan cahaya untuk menarik perhatian serangga, seperti kumbang, lalat, tawon, dan semut.

Jamur membutuhkan serangga-serangga itu untuk menyebarkan spora mereka. Laporan riset tentang jamur bercahaya itu dimuat dalam jurnal Cell Press Current Biology. Terungkap pula bahwa jamur memancarkan pendarnya berdasarkan siklus sirkadian.

"Tampaknya jamur mengeluarkan cahaya supaya serangga datang dan membantu menyebarkan koloni jamur ke tempat baru," kata Cassius Stevani, peneliti dari Instituto de Química-Universidade de Sao Paulo, Brasil.

Ada banyak organisme di bumi yang mampu memproduksi cahaya sendiri, misalnya kunang-kunang dan ubur-ubur. Namun penjelasan mengapa jamur bisa bersinar masih sangat sedikit. Lebih dari 100 ribu spesies jamur sudah terekam dalam data ilmiah. Namun hanya 71 jenis yang bisa menghasilkan cahaya hijau.

Daripada Daging, Pilih Jamur Saja

Seperti telah disebutkan di artikel sebelumnya (Jamur Bikin Panjang Umur), bahwa jamur memiliki banyak kandungan gizi. Jamur shiitake, misalnya, dipercaya mampu menangkal penuaan dini.

Namun tak hanya jamur shiitake yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Beberapa jamur lain yang juga sarat manfaat adalah:

Jamur lingzhi
Oleh suku Sherpa yang tinggal di pegunungan Himalaya, jamur yang satu ini sangat diandalkan. Khasiatnya pun sudah terbukti, mereka mampu bertahan hidup walau di medan terjal dengan perubahan musim yang ekstrem. Rahasianya ada pada zat bermanfaat yang terdapat pada jamur lingzhi, yaitu vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin C, kalium (K), fosfor (P), kalsium (Ca), natrium (Na), magnesium (Mg), tembaga (Cu), germanium (Ge).

Jamur ini sangat bermanfaat untuk anak-anak karena kandungannya bisa menjadi tonikum bagi kerja otak, serta kelancaran sirkulasi oksigen. Selain itu lingzhi juga bermanfaat untuk meningkatkan proses metabolisme, membersihkan darah, meningkatkan daya tahan tubuh. Selain digunakan sebagai bahan campuran dalam masakan, jamur ini juga mudah ditemui dalam bentuk minuman, yakni teh lingzhi.

Jamur kuping
Jamur kuping (Auricularia auricula, atau wood ear mushroom) hanya 2 jenis yang aman dikonsumsi, yakni:

* Jamur kuping hitam, bentuknya seperti daun telinga, karenanya dinamai jamur kuping, berwarna hitam keunguan, tumbuh pada kayu yang basah dan lembap. Banyak dibudidayakan di Asia Timur.

* Jamur kuping merah, berukuran lebih besar daripada jamur kuping hitam dan warnanya agak kemerahan, banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Zat bermanfaat yang terkandung di dalamnya antara lain vitamin B1, fosfor, besi, kalsium, hidrat arang. Lendir yang terdapat pada jamur ini dipercaya akan menetralkan makanan berkadar kolesterol tinggi sekaligus sebagai penawar racun pestisida, detergen, maupun logam berat yang terbawa bersama bahan makanan lainnya. Sebagai minuman, jamur ini berkhasiat mengurangi panas dalam. Caranya dengan merendam dalam air bersih semalam, kemudian air rendamannya diminum.

Jamur kancing
Jamur kancing (Agaricus bisporus) juga disebut jamur champignon. Jamur ini memiliki kandungan protein serta lemak yang sangat rendah, kaya vitamin B kompleks (riboflavin, niacin dan panthotenat), natrium (Na), kalium (K), selenium (Se). Jamur kancing dipercaya berkhasiat bagi penderita diabetes dan hipertensi, serta untuk mencegah dan mengobati penyakit masa kini, seperti kanker. Bagi anak-anak, jamur ini sangat bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh, selain membantu proses regenerasi sel-sel tubuh, terutama setelah sakit.

Jamur merang
Di Indonesia jamur merang (Volvariella volvacea) sering digunakan sebagai kondimen mi ayam jamur. Berwarna coklat gelap atau abu-abu dan mempunyai tudung seperti cawan. Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim, terutama tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan.

Jamur merang dapat juga dijadikan sebagai makanan pelindung karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap. selain itu jamur merang bermanfaat bagi penderita diabetes, kurang darah, hingga kanker.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/02/06/20495648/daripada.daging.pilih.jamur.saja

Jamur Tiram: Berpotensi Jadi Obat

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berpotensi jadi antikanker payudara. Kandungan ß-glukan yang dihasilkan jamur tiram bisa mendorong respons imun alamiah yang berperan dalam mekanisme antikanker serta dapat menjadi terapi tambahan untuk mengecilkan volume tumor.

Demikian kesimpulan disertasi Ida Susanti berjudul "Efek ß-glukan dari Jamur Tiram sebagai Antikanker Payudara Alami: Studi Imunostimulasi dan Antiproliferasi pada Tikus" yang dipaparkan dalam sidang promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (23/9). Ida ditetapkan menjadi doktor ilmu biomedik dengan yudisium A.

Ida mengatakan, kanker sulit diatasi. Penanganannya saat ini umumnya berupa tindakan invasif disertai kemoterapi, radioterapi, dan terapi hormon. Keberhasilan terapi itu tinggi, tetapi tetap memiliki efek samping parah. Terapi itu juga butuh biaya tinggi dan kadang muncul masalah kekambuhan penyakit karena resistensi obat.

Laba Cantik Jamur Krispi

Bila ada waktu senggang di sore hari, paling pas menikmati teh hangat dengan camilan ringan untuk mengganjal perut. Jenis camilan yang bisa dipilih pun makin beragam, seiring maraknya gerai-gerai makanan ringan yang menjajakan camilan dengan inovasi produk. Rasa penasaran orang pun tergugah untuk mencobanya.

Salah satu bahan makanan yang bisa dibuat berbagai macam camilan salah satunya adalah jamur. Adalah Anto Sastrowidjojo, yang memperkenalkan jamur menjadi camilan aneka rasa sejak tahun 2006 silam.

Ia mengklaim, bisnis jamur yang ia jalankan dengan mengusung merek Jamur Crispy Cemilan Asli Bandung adalah pelopor camilan jamur aneka rasa yang banyak beredar saat ini. Anto meracik camilan jamurnya dalam delapan cita. Ada rasa barbeque, keju belanda, sambal balado, jagung lembang, jagung bakar, mayones, saos sambal, ada juga rasa pizza italia.

Lantaran banyak yang membebek menu jualannya, dan agar konsumen tak jenuh, Anto kerap membuat menu-menu baru. Salah satunya adalah menu burger jamur. "Saya sudah menyiapkan 50 menu baru yang masih saya rahasiakan untuk segera diluncurkan bertahap dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Diet Jamur: Cara Baru Hidup Sehat Para Selebriti

Sebuah diet baru diklaim dapet mengurangi lemak di bagian-bagian tertentu dalam tubuh, seperti pinggang, pinggul, dan paha. Uniknya, metode diet tersebut juga diklaim tidak akan menyingkirkan lemak di payudara.

Adalah diet jamur, metode yang sedang digandrungi sejumlah pesohor, seperti Katy Perry atau Kelly Osbourne, yang mengklaim demikian. Untuk melakukan metode diet tersebut, seseorang hanya butuh mengganti satu waktu makan dalam sehari dengan jamur.

Karena kemampuannya menurunkan berat badan di bagian-bagian tertentu tersebut, diet jamur dikatakan sebagai metode diet "ajaib". Wanita dengan bentuk tubuh buah pir yang memiliki panggul dan paha yang besar pun cenderung tertarik mencoba metode ini.

Sementara itu, seorang pakar diet tersertifikasi, Katherine Tallmadge, mengatakan bahwa tidak ada yang ajaib dari diet jamur. Para pakar sejak dulu telah menyatakan, mengganti salah satu waktu makan dengan hanya makan sayuran memang memiliki kemampuan untuk mengurangi berat badan.

Tips Mengolah Jamur

Jamur adalah bahan makanan yang paling mudah beradaptasi dengan aneka bumbu. Makanya, banyak orang mengolahnya menjadi aneka hidangan istimewa nan lezat. Agar cita rasanya makin mantap, perhatikan cara mengolah dan menyimpan jamur.

Mengolah jamur segar. Jamur segar tak perlu dikupas dan dicuci, karena akan cepat rusak dan aromanya berkurang. Campur sedikit air jeruk nipis dalam air bersih. Rendam lap atau kertas tisu, peras, gunakan untuk melap jamur perlahan hingga kotorannya hilang. Agar jamur tetap putih bersih, caranya: didihkan air, tambahkan sedikit air jeruk nipis, masukkan jamur, masak 5 menit. Angkat, langsung rendam di air es. Setelah dingin, simpan jamur di kulkas sebelum diolah.

Mengolah jamur kering. Hati-hati, seringkali jamur kering berbau apek akibat lamanya penyimpanan atau proses pengeringan yang kurang baik. Cara mengolahnya: rendam jamur kering di air hangat 15-30 menit, untuk membuang kotoran yang menempel dan mengembalikan kesegarannya. Buang bagian kerasnya (jika air rendaman berwarna coklat, langsung bilas dengan air bersih), rendam lagi di air hangat bersih, diamkan 10 menit sebelum diolah.

Menyimpan jamur. Jika ada sisa jamur usai digunakan, simpan hati-hati. Caranya, bungkus jamur dalam kertas koran lalu masukkan ke kantong plastik, simpan di lemari es. Jamur akan mampu bertahan sampai 1 minggu.

Sumber: https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6675990391463362910#allposts

Hama Yang Harus Diwaspadai Petani Jamur

Hama ulat, mrutu dan bakteri menjadi ancaman serius tanaman budidaya jamur tiram, jika tidak diantisipasi dengan sterilisasi kandang dan penyemprotan pestisida.

"Kalau untuk hama ulat tanaman budidaya jamur timar masih bisa diatasi dengan pestisida, tapi kalau bakteri saya tidak tahu harus dengan cara apa. Jika tanaman budidaya jamur tiram sudah terserang bakteri, tanaman jamur membusuk dan keluar ulatnya," kata Ainul Karim (34), Petani Tanaman Budidaya Jamur Tiram, hari Minggu (6/3/2011), di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur

Ia mengatakan, jika tanaman budidaya jamur tiram sudah terserang hama ulat, mrutu dan bakteri, hasil tanaman pun bisa dipastikan bakal gagal panen. "Hasilnya bisa merosot lebih dari lima puluh persen dan tidak layak jual," katanya.

Agar tanaman budidaya jamur tiram minimal tercegah dari serangan hama ulat, mrutu dan bakteri, menurut Ainul,  setidaknya kandang tanaman jamur tiram harus steril. Artinya, sehabis panen jamur sepanjang empat-lima bulan, sisa-sisa tanaman harus dibersihkan dan kandang pun harus disemprot dengan formalin.

Ingin Berhenti Kecanduan Rokok: Konsumsilah Jamur Ini

Untuk perokok yang merasa bahwa tidak ada yang bisa membantu mereka menghentikan kecanduannya, mungkin ada satu pilihan lain yang bisa dicoba: jamur halusinogen.

Hubungan antara jamur dan berhenti dari kecanduan nikotin telah lama diamati. Dan studi John Hopkins baru-baru ini menyatakan, bahwa hubungan tersebut didukung oleh ilmu pengetahuan.

Dalam studi tersebut, 12 orang perokok jangka panjang diminta untuk mengonsumsi pil yang mengandung psilocybin, bahan halusinogen aktif dalam jamur ajaib tersebut.

Para relawan diminta untuk mengambil dan mengonsumsi obat di laboratorium yang ditata sehingga terlihat seperti ruang tamu dan mata mereka ditutup sementara sambil mendengarkan musik santai selama beberapa jam. Terapi diulang dua atau tiga kali, tergantung pada preferensi para relawan.

"Kami mendapat hasil yang sangat positif, dua kali lebih tinggi dari jenis terapi standar lainnya," kata Matthew Johnson, seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian ini.

Karena Hasilnya Yang Luar Biasa, Jamur Pelawan Makin Intensif Diteliti Pakar

Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meneliti pembudidayaan jamur pelawan. "Penelitian jamur pelawan sudah mulai berjalan sejak Januari 2009 yang dilaksanakan oleh tim peneliti dari IPB," ujar Kepala Bidang SDM dan Pengembangan Disbunhut Bangka Tengah, Dian Akbarini, di Koba, Rabu (22/7).
   
Ia mengatakan, penelitian terhadap jamur pelawan bertujuan untuk membudidayakan jamur jenis ini agar dapat menjadi salah satu sektor perkebunan unggulan di Bangka Tengah dan menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di daerah itu.
   
"Jamur pelawan memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan dapat mencapai Rp 700 ribu per kilogram, sehingga hasil penelitian jamur pelawan untuk mendapatkan mekanisme pembudidayaan tentu akan mengangkat sendi perekonomian masyarakat," katanya.
   
Menurut dia, salah satu alasan untuk mengadakan penelitian jamur pelawan karena berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat kemunculan jamur pelawan hanya terjadi setahun sekali. "Jamur pelawan ini munculnya musiman. Menurut cerita, jamur pelawan ini hanya tumbuh bila ada hujan disertai petir sehingga melalui penelitian ini diharapkan jamur pelawan ini dapat dibudidayakan secara ilmiah," katanya.

Aneka Jamur Lezat Berkhasiat

Hidangan berbahan jamur bukan sesuatu yang asing buat kita. Jamur adalah tumbuhan kaya protein dan rendah kalori. Di samping itu masih ada muatan gizi zinc, zat besi, vitamin, mineral dan serat.

Khasiat jamur yang menyembuhkan sudah dikenal kedokteran tradisional Cina sejak ribuan tahun silam. Dalam tradisi penyembuhan kuno itu terdapat lebih 200 spesies jamur yang digunakan untuk penyembuhan. Menariknya lagi, seperempat dari spesies jamur berkhasiat obat itu punya kemampuan memerangi tumor.

Semua jenis jamur memiliki kandungan yang membersihkan tubuh. Situs naturalnews mengungkapkan jamur mengandung zat bernama germanium. Germanium adalah zat gizi yang membantu meningkatkan efisiensi oksigen di dalam tubuh. Germanium juga membantu tubuh menghadapi paparan racun dari lingkungan dan membantu meningkatkan kemampuan tubuh melawan bibit penyakit.

Kandungan penyembuhan jamur ada pada senyawa bernama polisakarida. Zat ini memungkinkan jamur mendongkrak kekebalan tubuh dan memerangi pertumbuhan tumor. Selain itu , jamur juga kaya akan kandungan asam amino, riboflavin, vitamin B, C, K, dan asam pantotenik.

Kisah Sukses Kaiman: Dulu Supir Kini Juragan Jamur Tajir

Potensi besar bisnis budidaya jamur tiram telah menggiring banyak orang untuk menggelutinya. Salah satunya, Kaiman, produsen jamur tiram asal Desa Bulukandang, Pasuruan, Jawa Timur. Tak hanya membudidayakan jamur tiram, belakangan Kaiman mulai mengolahnya menjadi aneka makanan ringan.

Bisnis jamur tiram Kaiman berkibar lewat bendera Jatiman Food. Ia bilang, nama ini diberikan oleh salah seorang mahasiswa yang ia temui saat pelatihan di Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKS) tahun 2005 silam. Jatiman sendiri merupakan kepanjangan Jamur Tiram dari Jawa Timur si Pak Kaiman.

Sebelum menjadi pembudidaya jamur tiram, masa lalu pria paruh baya itu terbilang kelam. Ia hanya seorang supir dan juga tukang palak di desanya. Jalan hidupnya berubah setelah ia mengenal jamur tiram dan lalu diajak ikut serta temannya membudidayakan jamur ini.

Pria kelahiran Desa Bulukandang, Pasuruan, Jawa Timur ini, pernah mengenyam profesi sebagai supir truk untuk sekadar bertahan hidup. Sebagai pengemudi truk, ia kerap membawa hasil bumi dari desa-desa di Kabupaten Pasuruan ke luar kota, atau bahkan hingga ke luar Jawa Timur. "Selain jadi sopir, saya biasanya bermain judi bahkan bisa mencuri juga," ujar Kaiman.

Jamur Kuning Anti Kanker Payudara

Beberapa jenis jamur sejak lama telah dikenal memiliki khasiat bagi penyembuhan berbagai penyakit.  Di antara sekian banyak jenis, sebut saja misalnya jamur tiram, jamur Maiteke, Ling zhie dan Shiitake. Salah satu jenis lain yang juga dikenal adalah Phellinus linteus yang telah digunakaan berabad-abad sebagai obat di kawasan Asia Timur. Bahkan dongeng Asia konon menyebutkan jamur berwarna kuning ini dapat menghidupkan orang yang sudah mati.

Berbagai riset modern pun membuktikan bahwa jamur obat ini memiliki sifat-sifat pendorong kekebalan dan antibiotik.  Selain itu, jamur ini pun mampu menghalangi pertumbuhan sel-sel berbagai jenis kanker seperti kulit, paru-paru dan kanker prostat.

Bukti ilmiah yang mendukung manfaat jamur Phellinus linteus kembali diungkap melalui temuan peneliti di Amerika Serikat belum lama ini.  Dari hasil pengujian, ekstrak jamur ini juga ternyata mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker payudara dan berpotensi menjadi obat penyembuh kanker yang diderita kaum Hawa ini.

Pensiunan PNS Ini Dapat Hidup Lumayan Setelah Geluti Bisnis Jamur

Menjadi pensiunan bukan berarti menjadi tidak produktif. Contohnya bagi Subandi (63 tahun), yang kini justru sibuk dengan usaha budidaya jamurnya, yaitu Julira.

Usaha Subandi dimulai sejak 2008, ketika itu dia pensiun dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Awal mula usaha, pria yang hobi wirausaha sejak aktif ini tertarik dengan tugas kuliah sang anak, yakni Handoko, tentang kewirausahaan.

"Waktu itu yang saya lihat prospektif ya jamur. Sebab, kalau seperti budidaya lele itu sudah sangat banyak, dan pemasarannya juga lumayan susah," kata Subandi kepada wartawan yang berkunjung ke rumah produksinya, Yogyakarta, Selasa (9/6/2015).

Subandi mengatakan, Julira memproduksi jamur kuping, jamur lingsi, dan jamur tiram, dan olahan jamur sesuai pesanan. Namun sebagian besar Julira memproduksi baglog, yakni media tanam jamur.

Kisah Sukses Cak Oney Berbisnis Jamur

Supriyadi tengah sibuk membakar sate-sate yang ditaruhnya di atas tungku arang dengan kipas elektronik tepat di depannya. Hanya empat sampai lima menit, tangannya cekatan memindahkan sate yang matang ke dalam sebuah nampan lalu meletakkan kembali sate yang akan dibakarnya pada tungku arang.

Hampir setiap hari, begitulah pekerjaannya. Bersama istri dan karyawan-karyawan yang dipekerjakan di rumahnya, Yogyakarta ia membuat pesanan-pesanan yang masuk, Sate Jamur Cak Oney Yogyakarta. “Setiap hari minimal 1.000 tusuk pesanan yang masuk,” ujarnya saat ditemui di Festival Jajanan Bango (FJB) 2014 beberapa waktu lalu.

Sate jamur ini bisa dibilang amat terjangkau, satu porsinya di Yogyakarta dihargai Rp 12.000 yang terdiri dari lima sate lengkap dengan lontong. Sekilas, rasanya mirip dengan daging ayam, hanya saja teksturnya lebih lembut dengan rasa bumbu kacang yang kuat. Supriyadi pintar mengolahnya, walaupun dengan bahan dasar jamur tentu sate ini tak kalah dengan sate daging yang biasa dijajakan di masyarakat.

Jamur tiram menjadi pilihan Supriyadi bukan tanpa alasan, tak seperti sate kebanyakan yang menawarkan pilihan daging ayam hingga kambing. “Yang lain sudah biasa, lagi pula jamur tiram ini lebih murah. Banyak pertimbangan sebenarnya, sebelum nama kami dikenal masyarakat tentu sulit sekali memasarkannya,” ujarnya. Pikirannya menerawang, teringat perjuangannya dahulu.

Sate Jamur Banyuwangi: Pembeli Lama Antri Karena Larisnya

Jika Anda melintas di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tidak ada salahnya mampir di warung milik Imam Syafii yang menyediakan sate jamur tiram bumbu kacang.

Walaupun harus mengantre lama, pembeli akan terpuaskan dengan rasa nikmat dari seporsi sate jamur lengkap dengan potongan lontong. Satu tusuk sate terdiri dari 6 potong jamur tiram yang digulung menyerupai daging.

Kepada KompasTravel, Minggu (3/4/2016), Imam Syafii menjelaskan dia sudah berjualan sate jamur selama empat tahun. Jamur tiram dikumpulkan langsung oleh saudaranya sehingga tidak pernah kehabisan bahan mentah.

"Mengapa milih jamur soalnya kan yang lain jualan sate kambing sama ayam," jelas Imam sambil tertawa.

Biasanya warung yang berada di tepi jalan raya Petung Licing, Kecamatan Rogojampi itu buka mulai jam 5 sore sampai jam 11 malam.

Budaya Jamur Dengan Media Kapas

Empat pekerja sibuk membolak-balik limbah kapas di lahan kosong di samping kantor Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (28/3). Lahan itu berada di Desa Bulakamba, Kecamatan Bulakamba. Satu di antara mereka menaburkan bekatul, di atas tumpukan limbah kapas.

Siang itu, mereka tengah membuat fermentasi limbah kapas, yang akan digunakan sebagai media menanam jamur merang. Selain menggunakan bekatul, fermentasi juga dilakukan dengan menambahkan kapur pertanian (kaptan) pada limbah kapas.

Budidaya jamur dengan media kapas mulai dikembangkan HKTI Brebes sekitar empat bulan lalu. Menurut Ketua HKTI Brebes, Masrukhi Bachro, budidaya jamur dengan media kapas adalah upaya menciptakan diversifikasi pertanian bagi petani.

Selama ini, kebanyakan petani lebih terpaku pada tanaman padi dan bawang merah, dengan kepemilikan lahan terbatas, kurang dari satu hektar per orang. Padahal mereka berkesempatan melakukan budidaya tanaman lain, seperti jamur.

Memetik Laba dari Usaha Jamur Tiram

Jamur tiram, rasanya enak dan teksturnya lembut seperti daging ayam. Konon, jamur tiram atau Pleurotus ostreatus sangat baik bagi tubuh karena rendah kolesterol dan bisa membantu terapi penyembuhan penyakit, seperti asma atau kanker. Wajar, budidaya jamur tiram berkembang pesat. Permintaan pun semakin tinggi.

Siang itu udara di ruangan bertembok bilik kayu terasa lembab. Tampak dua rak kayu yang saling berhadapan memenuhi ruangan 30 meter persegi itu. Terlihat ratusan polibag yang posisinya rebah dan saling berselang saling seperti zig zag.

Di bagian atas polibag tampak tudung kecil seperti cangkang tiram berwarna putih. Inilah tanaman jamur tiram, atau dalam bahasa latinnya Pleurotus ostreatus.

Pembudidaya jamur tiram itu adalah Asepta Suryawardana. Petani pemilik usaha Indojamur itu mengatakan, budidaya jamur tiram sangat menguntungkan. Pasalnya, jamur tiram adalah jamur pangan yang memiliki banyak manfaat. Jamur tiram bisa membantu terapi penyembuhan penyakit seperti asma hingga kanker. "Jamur tiram yang teskturnya seperti ayam, juga favorit vegetarian atau orang yang tidak mau memakan daging,' kata lelaki berusia 37 tahun itu.

Permintaan jamur tiram juga cukup tinggi. Dia sendiri biasanya menjual 5 kilogram sampai 6 kilogram,jamur tiram per hari. "Bahkan, permintaan pernah mencapai 17 kilogram per hari," ujar petani jamur di Malang, Jawa Timur itu.