Rabu, 05 November 2008

AYO PARA GURU, ANDA BISA MENJADI PENULIS KAYA!


Siapa bilang menjadi penulis tidak bisa kaya? J.K Rowling sudah membuktikannya. Ia berangkat dari seorang melarat yang hanya mampu berangan-angan dalam bus menjadi kaya dalam sekejab menjelma menjadi selebritis dunia. Bermodalkan daya imajinasi kuat yang jarang dimiliki orang kebanyakan dan diimbangi motivasinya yang kuat untuk menulis, menyebabkan ia dapat mewujudkan semua impiannya untuk menjadi seorang milyarder. Saking dari suksesnya dia, namanya selalu masuk dalam daftar orang terkaya di Inggris sejak buku Harry Porter edisi pertamanya terbit. Perlu dicatat itu hanya dari salah satu buku berjudul Harry Potter. Andaikata dia menulis lebih dari satu judul, bisa dibayangkan akan sekaya apa dia. Bisa jadi, dia akan menjadi salah satu orang terkaya di planet bumi.

Jangan lupakan juga Bobbi De Porter. Tokoh ini juga menjadi terkenal di kalangan seluruh dunia, utamanya dunia pendidikan karena bukunya yang berjudul Quantum Learning dan Teaching meledak di pasaran. Padahal dulunya tokoh ini hanyalah seorang guru biasa. Berkat keuletan dan kekreatifan tokoh ini dalam mencari peluang untuk sukses, hasil penelitian tindakan kelasnya bersama mike hernacki di terbitkan. Dan takdir akhirnya menentukan. Dia sukses.

Lantas bagaimana dengan penulis-penulis Indonesia? Tidak adakah diantara mereka yang memiliki nasib mujur seperti Rowling atau De Potter? Ternyata banyak juga diantara penulis-penulis Indonesia tersebut yang menjadi jutawan. Mereka menjelma menjadi selebritis, pembicara terkenal, bahkan menjadi bintang film atau pengusaha sukses. Mereka buktikan bahwa dengan menulis mereka bisa mewujudkan mimpi kebanyakan manusia untuk menjadi kaya dan terkenal. Mereka juga membuktikan bahwa dengan menulis, mereka bisa menjadi sosok idealis nan suci yang mampu memberikan sumbangsih nyata memajukan bangsa Indonesia melalui buku-buku yang mereka karang dan tulis. Siapa-siapa sajakah mereka itu?

Ada lebih dari 200an nama penulis yang telah merasakan buah manis dari hasil kerja keras mereka menulis buku. Beberapa dari mereka kita sebut saja AA Gym, Adi Soenarno, Anand Khrisna adalah seorang guru. Nama-nama seperti Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, Goenawan Mohamad, Hilman Lupus Hariwijaya, Mira W, NH. Dini, Pipit Senja, adalah nama-nama asing bagi telinga bangsa Indonesia sebelum mereka terkenal karena buku mereka. Mereka ini adalah penulis terkenal yang kerap muncul di media cetak-media cetak maupun elektronik yang ada di Indonesia.

Lantas dimanakah sebenarnya kunci kesuksesan mereka sampai menjadi sukses seperti sekarang ini? Sebenarnya ada tiga bahan bakar yang mampu menjadi penggerak tangan untuk dapat menari di atas berlembar kertas. Tiga bahan tersebut adalah motivasi, persepsi dan proses. Motivasi ini dijelaskan sebagai sebuah daya magnet terhadap hati untuk dapat tertarik pada kegiatan tulis menulis. Motivasi tidak perlu dicari jauh-jauh karena sebenarnya ia bisa didapat di sekitar kita, seperti dorongan semangat dari orang tua, komunitas pendidikan yang mendukung kegiatan tulis menulis dan media bacaan atau tontonan yang mensupport kegiatan baca tulis. Selain motivasi, persepsi juga memegang peranan penting. Calon penulis ketika hendak menulis buku harus mampu merubah mindset mereka yang telah lama dikotori oleh paradigma pesimisme bahwa penulis itu bakal miskin dan hidupnya acak-acakan. Paradigma ini harus dirubah menjadi kebalikannya bahwa kapan sajapun asal mau menulis, seorang penulispun bisa menjadi kaya raya dan sukses. Bahan bakar terakhir adalah proses. Bahwa dalam menulis butuh proses yang kreatif adalah sebuah fakta yang tidak dapat diperdebatkan lagi.

Artikel ini mencoba meyakinkan anda banyak bahwa profesi penulis bisa mendatangkan kekayaan. Kekayaan itu tidak mungkin datang dengan sendirinya. Lika-liku yang ditempuh penulis Indonesia yang telah disebutkan di atas dalam merentas jalan kesuksesan perlu dijadikan inspirasi dan motivasi dalam menulis. “Demam” obsesi penulis perlu disebarkan kepada khalayak ramai. Menjadi the agent of change dari mindset paradigma negatif yang menyatakan bahwa penulis itu miskin dan suram masa depannya, menjadi mindset positif tidak ada salahnya. Saya pun dengan suka rela merelakan diri saya menjadi the martyr of positive mindset dengan menulis artikel ini, karena saya yakin menjadi penulis adalah cita-cita yang bisa dibanggakan, memiliki masa depan dan bisa terkenal

Inti dari artikel ini adalah: siapapun anda, apapun profesi anda, apakah anda guru atau bukan (apalagi guru), bagaimanapun status sosial dan ekonomi anda, anda berhak untuk menjadi seorang penulis yang hebat dan diperhitungkan. Andapun bisa mengubah diri anda dari no one menjadi someone, dari zero menjadi hero. Dari jurang kemelaratan menjadi kaya raya, tanpa batas. Dari anak kecil yang diremehkan menjadi diperhitungkan. Tertarik menjadi penulis sukses namun anda butuh inspirasi bagaimana memulainya? Silahkan baca dan cermati artikel saya ini

Iqbal Nurul Azhar, pustakawan dan dosen Universitas Trunojoyo

Tidak ada komentar: